Tampilkan postingan dengan label Oriflame Yess. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Oriflame Yess. Tampilkan semua postingan

Kamis, 06 Maret 2014

Director Seminar Oriflame Yogjakarta 2014 (Day 1)

Ini adalah Director Seminar Oriflame pertama saya

Hari pertama, 21 Februari 2014
---------------------------------------------------------------------------------------------------------

Jadwal hari itu adalah check in di hotel masing-masing. Ada 7 hotel yang dibooking Oriflame untuk tempat menginap 1850 orang peserta Director Seminar. Pesertanya sendiri berasal dari seluruh konsultan Oriflame yang levelnya minimalnya Senior Manager keatas. Mereka datang dari 33 provinsi yang ada. Saya sama aplen saya sebelum check in, ikut dulu training internal jaringan kami yaitu d'BC Network di Hotel Inna Garuda.Setelah training selesai baru kami naik becak ke hotel tempat kami menginap.

Saya sendiri kebagian di Hotel Tentrem. Begitu masuk hotel, langsung kagum dengan interior dan eksterior hotelnya.Mewah banget. Udah gitu, suasananya tradisional banget. Banyak elemen budaya Indonesia (Jawa, Sunda) hingga budaya bangsa pendatang seperti Tionghoa yang diwakili dengan lukisan dan pahatan burung Phoenix. Di setiap sudut ruangan, kita bisa melihat berbagai benda seni mulai dari pahatan, lukisan, hingga alat musik tradisional.

Nah biar kawan-kawan kebayang suasananya mending lihat foto-fotonya yuk. Foto-foto ini saya ambil pakai kamera Nikon D5200 dan BB Curve 9220. Selamat memanjakan mata dan menikmati sepenggal perjalanan saya. Salam 

Ini dia lobby luar Hotel Tentrem tempat saya menginap, look at the kubah, grande banget kan :) 


Lampu gantung ini menyita perhatian saya banget, nggak tahan pengen motret :-P 

Ini dia penampakan lobby-nya, mantepppp kan

Welcome Drink-nya tradisional banget. Kita bisa pilih antara kunyit asem atau beras kencur. Karena sudah menempuh perjalanan jauh pakai kereta dan badan pegel-pegel, saya milih beras kencur. Enak, manis, dingin, legit, tapi anget ke perut :G 

Pemandangan Jln A.M Sangaji dari balkon kamar saya, itu gedung tua yang di depan masih masuk ke komplek Kodim Yogjakarta

Karena kami tiba tak lama setelah Yogja diguyur abu Gunung Kelud, kolam renang ini belum boleh dipakai karena dikhawatirkan masih ada abu yang tersisa. Makanya nggak ngerasain gimana rasanya berenang disana. Ya sudah ndak papa kita foto saja.

Kalau ini bukan di Hotel Tentrem, tapi di Hotel Inna Garuda. Disana saya gak sempat foto banyak-banyak soale langsung training sama d'BC Network. Tapi begitu masuk ke Hotel Inna, mata saya langsung tertumbuk pada lampu gantung antik ini. I find my golden dragon :) 

Bunga herbras (bener gak??) merah penghias meja di Inna Garuda. Memberi inspirasi banget kalau hiasan meja nggak usah mahal dan ribet. Cukup pakai gelas tinggi diisi air dan bunga dengan warna mencrang.

Kursi malas di dalam kamar saya (nomor 628). Ni kursi letaknya di pinggir dinding kaca tempat nempel si bathup. Sooo kalau tirainya nggak ditutup bisa memandang langsung ke kamar mandi dan orang yang lagi mrendem di bathup. Oh ya, itu berlaku sebaliknya ya, jadi orang yang di dalam bathup bisa memandang ke sekeliling kamar termasuk ke TV

Tuh keliatan kan bathupnya :-P 

super empuk tempat tidurnya....zzzzzzzz

Nah ini view dari bathup ke arah kamar dan TV

welcome fruitnya tradisional banget ya, salak pondoh getoo secara ya Yogjakarta

Toilletries-nya 

temen mandi nih, aromanya jahe semua, segerrrrr

Sabtu, 24 November 2012

Succes Seminar Oriflame 2012


Ini dia panggung acara Succes Seminar, megah dan meriah
Ini dia antusiasme pasukan d'BC Networks yang ikut sukses seminar
Kata-kata motivasi sebelum acara mulai, damn bin jleb banget kan?
Cheersleader, contoh terbaik kerjasama team


Nah ini dia Co Founder d'BC Network Nadia Meutia saat beraksi jadi MC
Ini dia Cintya Fenika



"Impian saya terlalu besar dibandingkan masalah yang sedang saya hadapi. Itu yang membuat saya fokus dan tak mau berhenti karena saya tahu bisnis inilah jawaban dari mimpi-mimpi saya"

                                                                                                            Cintya Fenika Lioe
                                                                                  Number 1 Leader Oriflame Indonesia

Kata-kata Cintya itu lembut saja diucapkan. Tapi di telinga saya benar-benar seperti petir di siang bolong. Sambil menahan air mata yang jatuh lantaran merasa tersindir, saya tetap membidikkan lensa kamera saya. Mendengar Cintya, yang mengaku memulai bisnis ini dari nol saat datang ke Jakarta demi membahagiakan ibundanya makin menyayat perasaan saya. Seketika langsung terbayang wajah anak saya, ibu saya yang rambutnya sudah memutih, dan waktu bersama anak yang hilang lantaran saya terpaksa harus bekerja di luar rumah dan menitipkan dua anak kepada orangtua saya.
Kata demi kata Cintya saat memaparkan keberhasilannya di bisnis ini benar-benar saya resapi. Ia mengatakan, selain impian, modal utamanya adalah keyakinan atau believe. 



Bonus pertama saya hanya Rp 6500. Tapi karena saya luar biasa yakin bahwa bisnis ini bisa menjadi kendaraan saya maka saya maju terus. Keyakinan itulah yang bisa membawa kita ke impian kita karena keyakinan menumbuhkan potensi sehingga saat memnceritakan dan mengajak orang lain mengikuti bisnis ini kita terlihat bergairah, menggelora," ucapnya. Kata-kata Cintya mengingatkan saya akan training khas jaringan saya d'BC Network yaitu training binar-binar.
Ia menegaskan, percuma kita menjalani bisnis ini dengan penuh kerja keras bila kita tak yakin dengan kedahsyatan bisnis ini.Maka hasil yang didapatkan tak akan sebaik orang yang yakin.
"Kerauan itu menghambat potensi dan aksi kita sehingga pada akhirnya menghalangi kita menggapai impian kita," tandasnya.

Maka, seketika saya bolak-balik mengusap air mata saya menggunakan kerudung merah maroon seragam d'BC Networks. Kata-kata Cintya membuat saya benar-benar merasa tersinggung, tersudutkan, tapi FAHAM dan tercerahkan.

Inilah jawaban kenapa jaringan saya membesar tapi level saya kerap stuck.Inilah jawabannya teman-teman, karena saya kurang YAKIN dengan bisnis ini sehingga donlen-donlen di bawah saya tak bisa bersinar terang. Mengingat 60 lebih donlen saya, kembali air mata mengucur. Saya merasa bersalah pada mereka karena tak bisa memberikan the best part of me sehingga beberapa diantara mereka menyerah atau ikut-ikutan kurang yakin dengan bisnis ini.
Beruntung episode drama dalam diri saya tak disaksikan orang banyak karena saya berdiri di atas panggung kecil tempat seorang kameramen EO yang disewa Oriflame beraksi. Lokasinya di tengah-tengah ruangan dan agak gelap sehingga saya bisa menyembunyikan air mata saya :p


Diamond laki-laki pertama dari d'BC Networks Kris Hartanto
Diamondku Mbak Doris Aminah Nasution












Hal senada tentang keyakinan dalam bisnis ini juga dipaparkan dua diamond dari jaringan saya (d'BC Networks) yaitu Kris Hartanto, dan Doris Aminah Nasution. Kata mbak Doris, Oriflame adalah bisnis besar dan saya yakin dengan itu. Oleh karena itu, mbak Doris menyatakan, dirinya konsisten merekrut karena merekrut adalah nyawa bisnis ini.
"Caranya merekrut macam-macam. Diantara selalu memperbaharui daftar nama orang-orang yang akan saya ajak untuk bergabung di bisnis ini, kemudian rajin menulis di blog dan catatan di sosial media, serta mengajak orang-orang ke Oriflame Opportunity Meeting (OOM)," ujarnya memberikan tips.
Mas Kris Hartanto, pria muda lajang dari Surabaya dengen level diamond ini juga mengatakan hal yang sama. Kata dia, kunci kebersihan dirinya serta jaringannya di Oriflame ada 3 yaitu harapan, rasa percaya, dan getting started. Harapan menurut Kris menumbuhkan motivasi alias bahan bakar untuk menekuni bisnis ini, kemudian rasa percaya bila bisnis ini bisa membantu kita mewujudkan impian, dan kemudian getting started alias cara memulai. Setiap member baru yang mendapatkan ilmu tentang getting started tentu akan lebih bersemangat dibandingkan member baru yang tak tahu lantaran getting started memberikan gambaran bahwa bisnis ini bisnis yang bonafid.



Mbak Tia, Mbak Din, Mbak Nad
Meutia Rizky



Co Founder d'BC Network Nadia Meutia
Tak hanya di dalam acara Succes Seminar 2012, kata-kata lainnya yang "menampar" dan memberikan saya banyak pelajaran adalah ketika berjumpa dengan leader asal Makasar bernama ibu Arma di bus yang mengangkut peserta Succes Seminar menuju Segarra Resto untuk makan malam. Dengan level qualification Gold Director, ibu Arma yang berbeda jaringan dengan saya itu menceritakan pengalamannya jatuh bangun di bisnis ini. Mengaku memulai bisnis ini sejak 2006 silam, Arma bercerita bila dia tak pernah diperhatikan uplinennya. Tak heran, ia mengaku tak mengerti cara smart menjalankan bisnis ini.Walhasil, Arma yang sempat duduk di level Director pada tahun 2009 kembali jatuh ke level Senior Manager (SM) lantaran jaringannya ambruk.

"Itu karena saya tak smart menjalankan bisnis ini. Saya terlalu tergantung pada uplen sehingga saat uplen tak urusi saya maka saya tak bisa apa-apa. Dari kejatuhan itu saya marah, saya memutuskan untuk bangkit dan memulai lagi dari awal," ujar Arma yang dalam Succes Seminar mengajak 6 orang leadernya tersebut.
 
Keputusannya untuk bangkit bermula dari kesadarannya bahwa bisnis ini adalah bisnis yang bersifat mandiri alias tak ditentukan oleh siapa leadermu, siapa uplennya tetapi oleh dirimu sendiri. 

"Saya akhirnya bangkit lagi, saya ikuti panduan di SARPIO. Setiap bulan saya menyebarkan 200 lembar undangan OOM dan gencar melakukan training. Oh ya manager-manager di bawah saya setiap OOM minimal harus membawa 30 orang baru kalau tidak saya hukum. Karena saya berasumsi dari 30 orang itu yang deal untuk mengikuti bisnis ini hanya 6 orang. Dari 6 orang itu yang mau menjalankan bisnisnya hanya 1 orang. Alhamdulillah saya akhirnya bisa kembalikan lagi jaringan saya yang sempat ambruk tanpa memikirkan dan galau-galau lagi dengan kecuekan uplen saya. Karena ini bisnis saya maka harus saya perjuangkan. Mendapatkan cash award Rp 7 juta plus perbulan hasil penjualan jaringan hingga 11 juta seperti mimpi bagi saya. Saya bisa membeli mobil loh, dan manager saya bisa membeli motor. Kedepan saya ingin beli ruko " katanya sambil tertawa ngakak.

Mendengar itu saya manggut-manggut walaupun dalam hati kebat-kebit karena saya tahu saya bekerja kurang smart.  

Belum lagi kebat-kebit saya hilang, di acara makan malam, mbak Doris Aminah Nasution diamond saya menyapa dengan ramah dan lagi-lagi pertanyaannya, mbak Dewi kapan naik level lagi...Bali menanti loh ucapnya sambil tersenyum manis.


Barisan Diamondnya d'BC Networks, mantep ya berentetan setahun ini
Ayuk Eka Satriana, Bubu Sharah, dan Teh Dian Endryana

Sharah Shaleh Sugarda my granny @ Triple S   

Mbak Din dan Bubu Sharah with CA Rp 168 juta

Nad & Din With CA Rp 210 juta...slrupssss

Walhasil, sepanjang malam itu otak saya berputar terus hingga saya kurang memerhatikan beberapa hal. Saya berpikir keras inovasi apa yang akan saya buat untuk menambah jumlah team saya. Apalagi, dalam acara itu, manajemen Oriflame meminta seluruh member yang malam itu hadir untuk menuliskan impian di balon yang mereka bagikan. Balon-balon itu kemudian diterbangkan agar impian setiap member sampai ke langit. Maka saya kembali diingatkan akan target saya lantaran di balon warna putih milik saya saya tuliskan kata yang singkat saja yaitu "Diamond @ 2014 alias Diamond pada 2014. Saya tuliskan itu lantaran dengan level itu, saya bisa memenuhi sejumlah impian saya yaitu membelikan rumah untuk orangtua saya berikut sebuah mobil yang bisa membawa mereka ke rumah saudara-saudara.
Memandangi balon-balon yang terbang, air mata saya tumpah. Namun di bus saat pulang menuju hotel, keesokan harinya saat Succes Seminar, hingga pada perjalanan pulang di bajaj, kemudian metromini, dan bus AKAP hati saya berjanji saya tak akan berhenti, saya akan merekrut, dan saya pasti bisa seperti mereka yang berdiri di panggung Succes Seminar 2014.

Go Diamond 2014 Chandra Dewi !!! 


Seluruh pengisi acara di akhir sukses seminar

Nahhh ini penampilan Pasha Ungu yang menutup Succes Seminar dengan manis


Minggu, 22 April 2012

HABIS GELAP TERBITLAH TERANG

            Bila membaca judul diatas, Anda pasti langsung teringat Kartini. Pahlawan perempuan asal Jepara Jawa Tengah. Tapi dalam tulisan ini saya nggak akan bicara soal emansipasi melainkan pengalaman yang saya alami. Yang menurut saya kondisinya persis seperti judul di atas.
            Cerita saya bermula dari niatan kuat saya untuk membahagiakan orangtua, dan keluarga kecil saya. Saya yang sejak 4 bulanan lalu bergabung dengan d’BCN Oriflame sangat “gerah” dengan kondisi saya yang cuma konsultan 9%. Oleh karena itu, mulai deh saya melakukan cara-cara rekrut diluar cara rekrut yang saya lakukan sebelumnya. Salah satunya adalah dengan melakukan perekrutan offline kendati jaringan saya dikenal sebagai jaringan di Oriflame dengan sistem online tercanggih saat ini (termasuk untuk merekrut). Pikiran saya, kalau online jalan offline jalan akan lebih baik kan heuhehehehe.
            Maka mulailah saya membuat alat pendukung untuk melakukan perekrutan offline yaitu dengan mencetak x banner. Kenapa x banner soalnya sebelumnya saya pernah melakukan perekrutan offline hanya dengan berdiri dan menghampiri satu persatu calon prospek dan kemudian membagikan flyer. Ada yang bertanya –tanya, ada pula yang langsung kabur dan menjawab no thanks pas saya baru mau buka mulut memperkenalkan Oriflame. Nggak papa, semua saya terima dengan santai dan tanpa beban, habis sudah kebal ditolak sih (thanks to my uplen yang melatihku untuk menjadi imun terhadap penolakan).

Ini anak kedua saya Aiesha, lagi kagum lihat banner ibunya :p
               
            Begitu x banner jadi, saya dengan semangat 45 mengajak dua anak bayi saya dan suami ke alun-alun. Asumsinya lokasi itulah yang paling banyak dikunjungi orang di Minggu pagi. Sampai di alun-alun, saya masih senyum-senyum tuh apalagi suami sebelum mengajak anak sulung saya main membantu memasang x banner itu. Saya pun bersiap menyuapi anak kedua saya dengan bubur. Selesai menyuapi, mulai deh action. Semenit, dua menit....lima menit....yeay akhirnya ada yang datang, loh tapi kok Cuma senyum doang ya terus cepet-cepet pergi....nggak papa, yang penting ybs udah saya kasih flyer siapa tahu ybs menelfon atau mengisi data di web replika saya.
                                                                         
 Pose sama Wildan dan Aiesha sebelum mrospek                               

            Tak terasa 30 menit berlalu, udah puluhan lembar flyer saya bagikan, dan sejumlah obrolan dibangun. Rata-rata Cuma bilang oke akan saya pertimbangkan. Jujur saya sempat merasa down, gimana pun saya manusia biasa seimun-imunnya teteup kadang timbul rasa kecewa. Pokoknya waktu itu saya tiba-tiba merasa langit agak mendung, semendung hati saya gara-gara belum ada prospek yang nyangkut. Pokoknya pandangan serasa gelap deh.

    Ini saya sama Aiesha lagi bagi-bagi flyer d'BCN :D                          

            But......sebagaimana siklus hidup, walaupun sekarang gelap tentu nggak selamanya gelap toh...bakalan ada terang yang datang. Nah di versi prospek offlineku ini....si terang datang saat saya yang mulai lelah lantaran hari mulai panas dilewati oleh anak remaja putri yang pura-pura gila. Si remaja putri ini meminta tanda tangan orang-orang di sekitar saya. Anehnya dia nggak melakukan hal yang sama pada saya. Maka saya yang merasa dilewat mulai menanyai orang-orang di sekitar saya.
“lagi ngapain sih, anak tadi”, “kayaknya lagi di ospek ya” ujar saya penasaran (hihihihi soal penasaran ini mah naluri kantor pertama ya jeng).
Maka dari pertanyaan saya itu, mulai mengalirlah jawaban-jawaban dari orang-orang di sekitar saya, termasuk dari salah seorang bunda yang sedang makan bersama dua jagoannya.
“Kayaknya ospek teater deh ya anak itu bunda,” kataku.
“Iya bener, soalnya aku juga dulu gitu di Surabaya,” kata Bunda yang sedang makan yang belakangan saya ketahui bernama Bunda Tanti.
            Selepas itu obrolan kami mengalir. Kepada Bunda Tanti mulai aku perkenalkan diri sebagai wartawan, ibu dua anak bayi, sekaligus beauty consultan Oriflamedari jaringan d’BCN. Nggak lupa, kuperkenalkan sistem serta aturan main bisnis MLM Oriflame. Mendengar hal itu Bunda Tanti sangat bersemangat lantaran ia ternyata pengguna produk Oriflame.
“Itu favoritku tender care, ampuh banget buat kaki dan kuku,” katanya.
“Aihhh tender care ya...itu mah everyone favorit bunda,” kataku.
            Dari pertemuan itu, kamipun berjanji untuk bertemu karena Bunda Tanti mau memberikan bukti transfer uang pendaftaran. Yeaayyyyy closing ya...alhamdulillah.

   Wildan dengan semangat bantu manggulin banner bunda, asikkkk :closing ya bun :D
            Dari pengalaman ini, aku mikir walaupun sekarang aku masih konsultan yakin deh bila usahaku konsisten aku bakalan climb up terus. Soo dont let yourself give up ya, coz all you need to be succed in this bisnis is consistance. Mengutip quote dari co founder d’BCN Dini Shanty “Sekarang tinggal tergantung seberapa lama kita bertahan, karena yang bertahan adalah PEMENANG”. Go SM, Go Director, Go Diamond.(wie)