Rabu, 12 Maret 2014

Jitu Lukis Wajah Dengan Kuas Yang Tepat

Dulu, saya kurang perhatian sama per-make-up-an. Makanya gak pernah ngeh kalau mengaplikasikan make up butuh alat yang tepat. Saya pikir, semua kuas bisa dipakai untuk berbagai aplikasi make up, toh bentuknya juga mirip dan bahan kuasanya sama. Ada yang dari bulu sintetik ada yang dari bulu hewan (misalnya kambing).

Belakangan, pas lihat berbagai video tutorial make-up, saya sadar kalau kuas yang tepat akan menghasilkan make up yang sempurna. Kuas yang tepat juga mempermudah kerja para make-up artis. Mirip banget sama pelukis, kalau ingin hasil yang timbul maka harus pakai pisau palet untuk menorehkan cat di kanvas. Sedangkan untuk mewarnai bidang yang luas digunakan kuas yang ukurannya besar. Sebaliknya, bila ingin mewarnai detil lukisan seperti mata atau bagian kelopak bunga maka digunakan kuas yang ukurannya super kecil.

Nah, salah satu kuas make up yang kualitasnya baik daaaannn harganya pas di kantung menurut saya adalah kuas make up Oriflame. Soalnya, sejumlah kuas adalah kuas serbaguna lantaran bentuknya yang berkepala dua (double ended) diantaranya kuas eye shadow serta kuas untuk mengaplikasikan concealer (penutup noda) serta lipstick.

Beberapa kuas lainnya, bentuknya mini dan sudah dikemas dalam kotak atau tas kecil. Biasanya isinya tiga atau lebih kuas. Saya punya dua make-up brusesh set itu. Satu yang mini make-up kit, dan satu set lagi adalah crystal make-up brusesh.

Biar gak penasaran ini saya kasih lihat gambar-gambar kuas make-up Oriflame ya berikut fungsi dan bahan pembuatnya. Mudah-mudahan bermanfaat ya.


                                         Profesional Powder Brush
Panjang 18 centimeter. Tangkainya terbuat dari alumunium dan kayu, warnanya  hitam pekat, dan bulunya dari bulu kambing. Digunakan untuk aplikasi bedak tabur agar lebih merata.

Big Powder Brush
Panjangnya sama dengan Profesional Powder Brush yaitu 18 centimeter. Hanya saja, jarak tangkai ke pangkal kuas lebih pendek plus diameter kuasnya lebih lebar. Inilah yang membuat ia dinamai Big Powder Brush. Kuas ini terbuat dari alumunium, warna hitam, dan bulunya dari bulu kambing. Lalu di pangkal tangkai kuas ada hiasan dari crystal warna pink yang membentuk huruf O lambang Oriflame. Digunakan untuk aplikasi bedak tabur agar lebih merata.

Blush Brush
Panjangnya 18 centimeter, bahan pembuatnya sama dengan kuas Oriflame lainnya yaitu kayu, dan alumunium. Bentuknya mirip powder brush cuma lebih kecil. Penggunaannya untuk mengaplikasikan blush on alias perona pipi.

Profesional Foundation Brush
Kuas ini membantu kita untuk mengaplikasikan foundation (alas bedak) agar lebih merata, tidak menggumpal, dan menjangkau celah-celah sempit di wajah (misalnya di area cuping hidung, atau bawah mata). Makanya, bentuk bulunya meruncing. Panjang tangkai kayunya 18 centimeter, dan bulunya terbuat dari nilon.
Profesional Blending Brush
Fungsi kuas yang panjang tangkainya 18 centimeter itu untuk membaurkan eye shadow agar gradasi warna dari warna muda ke warna tua terlihat. Ini membuat eye shadow terlihat makin cantik dan natural. 
Oriflame Beauty Highliter Brush
Seperti namanya, kuas ini diperuntukkan agar proses pemakaian highlight / shading lebih nyaman dan natural. Panjang kuas ini hanya 15 centimeter. Tangkainya warna biru dan terbuat dari kayu. Bulu pada kuas ini juga terbuat dari nilon dan disatukan oleh alumunium. Dengan bantuan kuas ini, bentuk wajah yang kurang proporsional bisa dibentuk menjadi proporsional. (contoh : wajah bulat terlihat lebih oval).
Profesional Double Ended Eye Shadow Brush
Kuas ini unik karena memiliki dua kepala. Satu kepala kuasnya dari nilon dan satu lagi dari semacam busa berbentuk bulat. Dua jenis kuas dalam satu tangkai itu dipergunakan saat kamu memakai eye shadow. Pertama pakai dahulu menggunakan kuas spons, setelah itu baru pakai kuas nilon.
Profesional Double Ended Eye Shadow Brush
Profesional Eyebrow Brush
Kuas ini juga unik karena di satu kuas ada dua aplikator. Aplikator pertama yang mirip sisir fungsinya untuk menyisir alis yang tebal agar rapi. Selain itu, kuas ini juga saya pakai untuk mencegah mascara yang bergumpal di ujung bulu mata. Kalau aplikator yang satu lagi saya pakai untuk membaurkan pensil alis agar terlihat natural dan gak kereng. Soalnya kalau keliatan dilukis pakai pensil alis menurut saya jadi kelihatan galak dan membuat wajah lebih tua.
Profesional Concealer / Lip Brush
Kuas ini juga berkepala dua. Kepala pertama untuk mengulas concealer alias penutup noda makanya ujung bulu kuasnya pipih dan meruncing. Sedangkan kepala yang satu lagi untuk mengoleskan lipstick agar lebih merata. Bahan pembuat serta panjangnya sama dengan kuas Oriflame lainnya.
Profesional Concealer / Lip Brush 
Concealer Crystal Brush
Kuas ini salah satu dari 3 kuas di dalam Crystal Make Up Brushes. Berbeda dengan saudaranya, kuas concealer ini ujungnya rata dan pipih. Kalau saya sih selain untuk concealer juga saya pakai untuk aplikasi eyeliner gel atau lipstick. Jadi bisa dibilang kuas mini ini serbaguna banget.
Make-up Brush Kit
Maaf ya, kuasnya nggak lengkap, nggak ngerti deh kuas eyeliner-nya nyelip dimana. Jadi yang tersisa hanya kuas bedak/blush on, kuas eye shadow, blending brush, dan kuas lipstick
Crystal Make-up Brushes 
Crystal Make-up Brushes

Mineral Loose Powder Brush
Sama fungsinya dengan powder brush lainnya.

Profesional Fan Powder Brush
Sesuai namanya, kuas ini bentuknya mirip kipas. Maklum, fungsinya untuk “mengipas” sisa bedak atau make-up yang bertaburan alias kurang rapi di wajah. Dengan bantuan kuas yang cara kerjanya mirip sapu ini, dijamin make-up lebih natural karena nggak beleberan. Bahan pembuatnya juga sama dengan kuas Oriflame lainnya. Namun kuas ini lebih pendek 1 centimeter dibandingkan blush brush. Oh ya, warna bulunya juga berbeda yaitu kombinasi putih dan hitam.














Kamis, 06 Maret 2014

Director Seminar Oriflame Yogjakarta 2014 (Day 1)

Ini adalah Director Seminar Oriflame pertama saya

Hari pertama, 21 Februari 2014
---------------------------------------------------------------------------------------------------------

Jadwal hari itu adalah check in di hotel masing-masing. Ada 7 hotel yang dibooking Oriflame untuk tempat menginap 1850 orang peserta Director Seminar. Pesertanya sendiri berasal dari seluruh konsultan Oriflame yang levelnya minimalnya Senior Manager keatas. Mereka datang dari 33 provinsi yang ada. Saya sama aplen saya sebelum check in, ikut dulu training internal jaringan kami yaitu d'BC Network di Hotel Inna Garuda.Setelah training selesai baru kami naik becak ke hotel tempat kami menginap.

Saya sendiri kebagian di Hotel Tentrem. Begitu masuk hotel, langsung kagum dengan interior dan eksterior hotelnya.Mewah banget. Udah gitu, suasananya tradisional banget. Banyak elemen budaya Indonesia (Jawa, Sunda) hingga budaya bangsa pendatang seperti Tionghoa yang diwakili dengan lukisan dan pahatan burung Phoenix. Di setiap sudut ruangan, kita bisa melihat berbagai benda seni mulai dari pahatan, lukisan, hingga alat musik tradisional.

Nah biar kawan-kawan kebayang suasananya mending lihat foto-fotonya yuk. Foto-foto ini saya ambil pakai kamera Nikon D5200 dan BB Curve 9220. Selamat memanjakan mata dan menikmati sepenggal perjalanan saya. Salam 

Ini dia lobby luar Hotel Tentrem tempat saya menginap, look at the kubah, grande banget kan :) 


Lampu gantung ini menyita perhatian saya banget, nggak tahan pengen motret :-P 

Ini dia penampakan lobby-nya, mantepppp kan

Welcome Drink-nya tradisional banget. Kita bisa pilih antara kunyit asem atau beras kencur. Karena sudah menempuh perjalanan jauh pakai kereta dan badan pegel-pegel, saya milih beras kencur. Enak, manis, dingin, legit, tapi anget ke perut :G 

Pemandangan Jln A.M Sangaji dari balkon kamar saya, itu gedung tua yang di depan masih masuk ke komplek Kodim Yogjakarta

Karena kami tiba tak lama setelah Yogja diguyur abu Gunung Kelud, kolam renang ini belum boleh dipakai karena dikhawatirkan masih ada abu yang tersisa. Makanya nggak ngerasain gimana rasanya berenang disana. Ya sudah ndak papa kita foto saja.

Kalau ini bukan di Hotel Tentrem, tapi di Hotel Inna Garuda. Disana saya gak sempat foto banyak-banyak soale langsung training sama d'BC Network. Tapi begitu masuk ke Hotel Inna, mata saya langsung tertumbuk pada lampu gantung antik ini. I find my golden dragon :) 

Bunga herbras (bener gak??) merah penghias meja di Inna Garuda. Memberi inspirasi banget kalau hiasan meja nggak usah mahal dan ribet. Cukup pakai gelas tinggi diisi air dan bunga dengan warna mencrang.

Kursi malas di dalam kamar saya (nomor 628). Ni kursi letaknya di pinggir dinding kaca tempat nempel si bathup. Sooo kalau tirainya nggak ditutup bisa memandang langsung ke kamar mandi dan orang yang lagi mrendem di bathup. Oh ya, itu berlaku sebaliknya ya, jadi orang yang di dalam bathup bisa memandang ke sekeliling kamar termasuk ke TV

Tuh keliatan kan bathupnya :-P 

super empuk tempat tidurnya....zzzzzzzz

Nah ini view dari bathup ke arah kamar dan TV

welcome fruitnya tradisional banget ya, salak pondoh getoo secara ya Yogjakarta

Toilletries-nya 

temen mandi nih, aromanya jahe semua, segerrrrr

Rabu, 05 Maret 2014

Jalani Prosesnya.....Raih Dan Nikmati Suksesnya



sumber foto :  www.engineervsdoctor.com
Foto ini menggambarkan banget proses menuju sukses dalam hidup

banyak banget orang yang menghindari yang namanya proses kendati sebetulnya ia memiliki sumber daya untuk sukses
Kaki tangannya lengkap, dan panca indranya sempurna
Yang tak ia miliki hanya kemauan untuk mengalami kesulitan, kesakitan, ketidakenakan saat menempuh proses.

Mirip banget sama gambar orang di gambar ini, fisiknya sempurna namun ramai-ramai antre di eskalator lantaran ingin lekas sampai ke atas. Padahal antrenya aja luama banget 

Sementara, di sisi lain, ada orang yang kurang sempurna fisiknya (maaf) dengan segela keterbatasannya justru dengan gagah berani menempuh tangga walaupun susah payah dan pada akhirnya sampai di atas lebih dulu (secara ya no antre)

Sama dengan bisnisku
Kadang ada aja tuh member yang ngeluh

Duh mbak.......nggak ada yang order ke aku nih (padahal sebar katalog cuma sebiji gimana mau ada yang order ya secara katalog = toko kita. Jadi kalau tokonya dikit kemungkinan dapat order juga dikit )
Duh mbak.......nggak ada yang join nih, kasih aku donlen dong (padahal nggak bilang sama orang-orang kalau dirinya join Oriflame (mungkin malu), ya gimana orang mau join, wong tahu aja nggak kalau dia Oriflame-an, anehnya kalau bonusnya mau dan tidak malu  )
Duh mbak.........modalku mepet (tapi masih bisa beli semangkuk bakso, semangkuk mie ayam, sama es campur hampir setiap hari yang kalau ditotal bisa lebih dari 20 ribu. Coba deh kalikan 30 hari maka dapat tuh 600 ribu untuk modal
Daaannn banyak duh....duh....duh lainnya sehingga waktunya habis untuk menga-duhhh

Cilokonya.....saat tak naik level sibuk mongsang-mangsing, menggerutu, bahkan bete dan bilang bisnis ini jelek, aplenku ngeselin, donlenku payah dll tanpa sadar kalau kesuksesannya tertunda karena ia malas berproses

Nahhhh...kalau kamu mau berproses nggak nih?
Karena tiada gunung yang terlalu tinggi untuk didaki selama kita punya tekad, keberanian, usaha, arah, dan tujuan.
Semangat Pageeee


Chandra Dewi 
www.bisnisbundadahsyat.com
Senior Manager Oriflame Indonesia
Jar Nussy-Anggit-Novita (d'BC Network)
081318301384 / 29D8306E



Amanah



Ekspresi haru Mbak Nadia Meutia saat melihat Mbak Dini Shanty direcognisi 


Di Oriflame, saat seseorang menyerahkan KTP padamu saat itu pula bebanmu bertambah

Soale, tak hanya KTP, orang itu juga menyerahkan diri dan impiannya untuk kamu bantu wujudkan.

"Mbak...saya ingin beliin orangtua saya rumah"
"Mbak....saya ingin bapak saya nggak nyopir lagi...kasihan sudah tua"
"Mbak.......ibu saya ingin pergi haji....sayaa inginnn sekali membantu biayanya"
"Mbak...saya ingin anak-anak saya bisa sekolah tinggi....nggak cuma lulus SMA seperti saya"
"Mbak....adik saya masih 4 orang...semua masih sekolah, saya ingin membantu orangtua membiayai mereka"
daaannnn banyak lagi impian...impian

Makanya, di Oriflame saat donlen donlen kita maju....naik level dengan cepat....rasanya pasti bangga, terharu, bahagia, dan yang pasti lega
Nggak heran banyak yang menangis saat itu terjadi
Tak terkecuali Co-founder d'BC Network mbak Nadia Meutia
Ini ekspresi haru beliau saat donlennya mbak Dini Shanti berhasil naik level menjadi Saphire Executive Director di Director Seminar Yogjakarta 2014.



Ini ekspresi lainnya, dan teuteup foto saya blur karena saya ikutan nangis :'( 


Akhirnya saya yang ngintip di balik lensa aja ikutan mbrebes mili (mewek) karena merasakan yang ia rasakan, makanya jadi gak fokus...duhhh maaf ya haru bikin mata nggak fokus ternyata 

Mudah2an di Maret ini semakin banyak donlen saya yang naik level dan rencana melahirkan si kembar di C5 dimudahkankan ya Allah. Aminnnnn




Nah yang ini saat Mbak Nadia naik panggung direcognisi sebagai Gold Executive Director, baru deh fotonya lumayan focus :-P 

Selasa, 12 Maret 2013

Shine Bright Like A DIAMOND




“Shine Bright Like A Diamond..Shine Bright Like A Diamond”

Penggalan lagu milik Rihana itu terngiang terus di telinga saya belakangan ini. Bukan karena saya sangat menggemari penyanyi yang melejit lewat single Umbrella itu, tapi karena kata diamond yang bertebaran di lagu tersebut.

“Memangnya kenapa dengan diamond” kata teman saya yang kerap mendengar saya menyenandungkan lagu itu dengan gembira (sssttt….gara-gara sering menyenandungkan lagu itu, teman saya menuduh saya nge-fans dengan Fatin Shidqia, finalis X-Factor Indonesia, ajang pencarian bakat yang disponsori Oriflame).


Begini ya kawan, kata diamond bagi saya sangat istimewa. Bukan karena diamond adalah batu mulia dengan kadar kekerasan tertinggi sehingga kerap dipakai sebagai alat untuk memotong batu mulia lainnya, atawa karena harganya yang selangit.


Kata diamond, bagi saya berarti kebahagian. Kenapa begitu, karena diamond yang saya maksud adalah salah satu level di success plan Oriflame yang sedang saya kejar. Terus kenapa musti diamond sih, Tanya teman saya lagi (rupanya dia penasaran). Soalnya dengan menjadi diamond, saya tak hanya akan membahagiakan diri sendiri, keluarga, tetapi juga kawan-kawan saya sejaringan karena dengan menjadi diamond, artinya saya sudah membuka jalan dan menjadi teladan bagi ratusan orang di jaringan saya bahwa yang namanya sukses itu melewati proses agar menjadi nyata. Saya tak akan dianggap “ngecap” belaka. 

Bagaimana tidak, karena dengan menjadi diamond maka saya sudah memiliki minimal enam orang director di jaringan saya. Maka dari itu, ada enam orang yang sudah mendapatkan cash award sebesar Rp 7 juta, kemudian 12 orang senior manager dengan penghasilan Rp 4-5 juta per bulan, puluhan orang manager dengan penghasilan terkecil Rp 650 ribu Rp 3 juta per bulan. Bahkan minimal enam ratusan orang  dengan penghasilan puluhan ribu sampai ratusan ribu. Intinya dengan menjadi diamond, maka mimpi-mimpi downline di jaringan saya, mulai bisa saya angkat tinggi-tinggi. Amanah mereka, mulai bisa saya tunjukkan hasilnya dan akan terus saya bawa lari agar bisa sampai ke tempat yang seharusnya yaitu menjadi diamond seperti saya. 


Tak itu saja, menjadi diamond artinya saya memasuki kebebasan financial karena per tahun saya mendapatkan pendapatan rata-rata Rp 460 juta. Uang sebanyak itu tentu membuat saya bisa leluasa membahagiakan orang tua saya dengan membangun rumah mungil bagi mereka yang selama ini sudah saya cita-citakan. Bahkan, dengan uang itu, saya bisa bernafas lega karena pendidikan dua “cahaya mata” saya, Wildan Syarifudin Sajid (3 tahun) dan Aiesha Akela Ishana (1 tahun 6 bulan) terjamin.

Maklum, sekarang saya masih harus berkejaran dengan deadline lantaran masih bekerja sebagai wartawan local di sebuah surat kabar local di Banten. FYI ya kawan, profesi wartawan berdasarkan penelitian adalah profesi yang gajinya ketiga terendah loh di Indonesia. Padahal, risiko pekerjaannya tinggi, apalagi kalau menulis soal kasus korupsi, atau kriminalitas maka harus siap dibenturkan dengan kekerasan.


Nah sekarang sudah tahu kan, kenapa saya si Manager 12 % ini ngotot menjai diamond pada akhir tahun 2014. Karena di level diamond itulah kebahagiaan keluarga, bahkan downline-downline saya mulai nampak. Level dimana tak hanya saya yang bisa “shine bright like a diamond” tapi juga bintang –bintang terang di jaringan saya, Nisa Sani, Welly Zofie, Sri Kartikawati, Rita Suharti Sudrajat, Sri Kartikawati, Tria Perwahyuni, Vika Anggia Putri dkk, Ade Satiah Rahayu dkk makin bersinar. 

Soo girls, let’s marching this March and Shine Bright Like A Diamond. Semangat Pagi……d’BCN Dahsyat, Oriflame Yes, Indonesia Number #1.
(Pandeglang, 12 Maret 2013, Kala Hati Makin Yakin Bahwa Oriflame Pilihanku).


Senin, 04 Maret 2013

Sigaraning Nyowo


Terpisah tapi bersatu

Terlepas tapi menempel

Saling melekat erat tanpa tahu apa alasannya

Sejiwa tapi berbeda tubuh

Tersiksa.....tersakiti...tersenyum bersama



Datang dan sadar di saat yang tak terduga

Berjumpa setelah lama saling merindukan sejak dunia masih kuna

Namun memendam perih karena tahu sama-sama sudah melewatkan

Merindu dendam lantaran tak bisa bersama hingga berakhir kisahnya



Merasa cukup dengan saling memandang dari kejauhan

Merasa harus berbahagia hanya dengan melihat ke dalam hati, ke dalam jiwa masing-masing

Menekunkan diri untuk menekurkan kepala dalam ribuan sujud

Memohon kepada Sang Maha Berkehendak agar memastikan kau disana baik-baik saja

Memastikan kau selalu terjaga...dalam damai......dalam cinta

Dalam ketenangan, pencerahan, dan kemudahan

Dalam satu tautan hati kita wahai kau sigaraning nyowo, wahai kau belahan jiwa



Terbanglah.......tapi,janganlah lupa, aku disini menunggumu

Dengan keyakinan yang kukuh

Dengan pengetahuan bahwa kau rasa apa yang kurasa

Dengan ingatan pada sebuah janji "aku akan selalu berada dekatmu, mengikutimu"



Karena itu ku tau kau selalu bersamaku, menjagaku

Dalam hati, dalam diri

Karena ku tau, kau tau

Kita adalah SATU



Pandeglang, Jumat 15 Februari 2013, saat angin sepoi-sepoi dan burung bernyanyi menyambut pagi

Sabtu, 24 November 2012

Succes Seminar Oriflame 2012


Ini dia panggung acara Succes Seminar, megah dan meriah
Ini dia antusiasme pasukan d'BC Networks yang ikut sukses seminar
Kata-kata motivasi sebelum acara mulai, damn bin jleb banget kan?
Cheersleader, contoh terbaik kerjasama team


Nah ini dia Co Founder d'BC Network Nadia Meutia saat beraksi jadi MC
Ini dia Cintya Fenika



"Impian saya terlalu besar dibandingkan masalah yang sedang saya hadapi. Itu yang membuat saya fokus dan tak mau berhenti karena saya tahu bisnis inilah jawaban dari mimpi-mimpi saya"

                                                                                                            Cintya Fenika Lioe
                                                                                  Number 1 Leader Oriflame Indonesia

Kata-kata Cintya itu lembut saja diucapkan. Tapi di telinga saya benar-benar seperti petir di siang bolong. Sambil menahan air mata yang jatuh lantaran merasa tersindir, saya tetap membidikkan lensa kamera saya. Mendengar Cintya, yang mengaku memulai bisnis ini dari nol saat datang ke Jakarta demi membahagiakan ibundanya makin menyayat perasaan saya. Seketika langsung terbayang wajah anak saya, ibu saya yang rambutnya sudah memutih, dan waktu bersama anak yang hilang lantaran saya terpaksa harus bekerja di luar rumah dan menitipkan dua anak kepada orangtua saya.
Kata demi kata Cintya saat memaparkan keberhasilannya di bisnis ini benar-benar saya resapi. Ia mengatakan, selain impian, modal utamanya adalah keyakinan atau believe. 



Bonus pertama saya hanya Rp 6500. Tapi karena saya luar biasa yakin bahwa bisnis ini bisa menjadi kendaraan saya maka saya maju terus. Keyakinan itulah yang bisa membawa kita ke impian kita karena keyakinan menumbuhkan potensi sehingga saat memnceritakan dan mengajak orang lain mengikuti bisnis ini kita terlihat bergairah, menggelora," ucapnya. Kata-kata Cintya mengingatkan saya akan training khas jaringan saya d'BC Network yaitu training binar-binar.
Ia menegaskan, percuma kita menjalani bisnis ini dengan penuh kerja keras bila kita tak yakin dengan kedahsyatan bisnis ini.Maka hasil yang didapatkan tak akan sebaik orang yang yakin.
"Kerauan itu menghambat potensi dan aksi kita sehingga pada akhirnya menghalangi kita menggapai impian kita," tandasnya.

Maka, seketika saya bolak-balik mengusap air mata saya menggunakan kerudung merah maroon seragam d'BC Networks. Kata-kata Cintya membuat saya benar-benar merasa tersinggung, tersudutkan, tapi FAHAM dan tercerahkan.

Inilah jawaban kenapa jaringan saya membesar tapi level saya kerap stuck.Inilah jawabannya teman-teman, karena saya kurang YAKIN dengan bisnis ini sehingga donlen-donlen di bawah saya tak bisa bersinar terang. Mengingat 60 lebih donlen saya, kembali air mata mengucur. Saya merasa bersalah pada mereka karena tak bisa memberikan the best part of me sehingga beberapa diantara mereka menyerah atau ikut-ikutan kurang yakin dengan bisnis ini.
Beruntung episode drama dalam diri saya tak disaksikan orang banyak karena saya berdiri di atas panggung kecil tempat seorang kameramen EO yang disewa Oriflame beraksi. Lokasinya di tengah-tengah ruangan dan agak gelap sehingga saya bisa menyembunyikan air mata saya :p


Diamond laki-laki pertama dari d'BC Networks Kris Hartanto
Diamondku Mbak Doris Aminah Nasution












Hal senada tentang keyakinan dalam bisnis ini juga dipaparkan dua diamond dari jaringan saya (d'BC Networks) yaitu Kris Hartanto, dan Doris Aminah Nasution. Kata mbak Doris, Oriflame adalah bisnis besar dan saya yakin dengan itu. Oleh karena itu, mbak Doris menyatakan, dirinya konsisten merekrut karena merekrut adalah nyawa bisnis ini.
"Caranya merekrut macam-macam. Diantara selalu memperbaharui daftar nama orang-orang yang akan saya ajak untuk bergabung di bisnis ini, kemudian rajin menulis di blog dan catatan di sosial media, serta mengajak orang-orang ke Oriflame Opportunity Meeting (OOM)," ujarnya memberikan tips.
Mas Kris Hartanto, pria muda lajang dari Surabaya dengen level diamond ini juga mengatakan hal yang sama. Kata dia, kunci kebersihan dirinya serta jaringannya di Oriflame ada 3 yaitu harapan, rasa percaya, dan getting started. Harapan menurut Kris menumbuhkan motivasi alias bahan bakar untuk menekuni bisnis ini, kemudian rasa percaya bila bisnis ini bisa membantu kita mewujudkan impian, dan kemudian getting started alias cara memulai. Setiap member baru yang mendapatkan ilmu tentang getting started tentu akan lebih bersemangat dibandingkan member baru yang tak tahu lantaran getting started memberikan gambaran bahwa bisnis ini bisnis yang bonafid.



Mbak Tia, Mbak Din, Mbak Nad
Meutia Rizky



Co Founder d'BC Network Nadia Meutia
Tak hanya di dalam acara Succes Seminar 2012, kata-kata lainnya yang "menampar" dan memberikan saya banyak pelajaran adalah ketika berjumpa dengan leader asal Makasar bernama ibu Arma di bus yang mengangkut peserta Succes Seminar menuju Segarra Resto untuk makan malam. Dengan level qualification Gold Director, ibu Arma yang berbeda jaringan dengan saya itu menceritakan pengalamannya jatuh bangun di bisnis ini. Mengaku memulai bisnis ini sejak 2006 silam, Arma bercerita bila dia tak pernah diperhatikan uplinennya. Tak heran, ia mengaku tak mengerti cara smart menjalankan bisnis ini.Walhasil, Arma yang sempat duduk di level Director pada tahun 2009 kembali jatuh ke level Senior Manager (SM) lantaran jaringannya ambruk.

"Itu karena saya tak smart menjalankan bisnis ini. Saya terlalu tergantung pada uplen sehingga saat uplen tak urusi saya maka saya tak bisa apa-apa. Dari kejatuhan itu saya marah, saya memutuskan untuk bangkit dan memulai lagi dari awal," ujar Arma yang dalam Succes Seminar mengajak 6 orang leadernya tersebut.
 
Keputusannya untuk bangkit bermula dari kesadarannya bahwa bisnis ini adalah bisnis yang bersifat mandiri alias tak ditentukan oleh siapa leadermu, siapa uplennya tetapi oleh dirimu sendiri. 

"Saya akhirnya bangkit lagi, saya ikuti panduan di SARPIO. Setiap bulan saya menyebarkan 200 lembar undangan OOM dan gencar melakukan training. Oh ya manager-manager di bawah saya setiap OOM minimal harus membawa 30 orang baru kalau tidak saya hukum. Karena saya berasumsi dari 30 orang itu yang deal untuk mengikuti bisnis ini hanya 6 orang. Dari 6 orang itu yang mau menjalankan bisnisnya hanya 1 orang. Alhamdulillah saya akhirnya bisa kembalikan lagi jaringan saya yang sempat ambruk tanpa memikirkan dan galau-galau lagi dengan kecuekan uplen saya. Karena ini bisnis saya maka harus saya perjuangkan. Mendapatkan cash award Rp 7 juta plus perbulan hasil penjualan jaringan hingga 11 juta seperti mimpi bagi saya. Saya bisa membeli mobil loh, dan manager saya bisa membeli motor. Kedepan saya ingin beli ruko " katanya sambil tertawa ngakak.

Mendengar itu saya manggut-manggut walaupun dalam hati kebat-kebit karena saya tahu saya bekerja kurang smart.  

Belum lagi kebat-kebit saya hilang, di acara makan malam, mbak Doris Aminah Nasution diamond saya menyapa dengan ramah dan lagi-lagi pertanyaannya, mbak Dewi kapan naik level lagi...Bali menanti loh ucapnya sambil tersenyum manis.


Barisan Diamondnya d'BC Networks, mantep ya berentetan setahun ini
Ayuk Eka Satriana, Bubu Sharah, dan Teh Dian Endryana

Sharah Shaleh Sugarda my granny @ Triple S   

Mbak Din dan Bubu Sharah with CA Rp 168 juta

Nad & Din With CA Rp 210 juta...slrupssss

Walhasil, sepanjang malam itu otak saya berputar terus hingga saya kurang memerhatikan beberapa hal. Saya berpikir keras inovasi apa yang akan saya buat untuk menambah jumlah team saya. Apalagi, dalam acara itu, manajemen Oriflame meminta seluruh member yang malam itu hadir untuk menuliskan impian di balon yang mereka bagikan. Balon-balon itu kemudian diterbangkan agar impian setiap member sampai ke langit. Maka saya kembali diingatkan akan target saya lantaran di balon warna putih milik saya saya tuliskan kata yang singkat saja yaitu "Diamond @ 2014 alias Diamond pada 2014. Saya tuliskan itu lantaran dengan level itu, saya bisa memenuhi sejumlah impian saya yaitu membelikan rumah untuk orangtua saya berikut sebuah mobil yang bisa membawa mereka ke rumah saudara-saudara.
Memandangi balon-balon yang terbang, air mata saya tumpah. Namun di bus saat pulang menuju hotel, keesokan harinya saat Succes Seminar, hingga pada perjalanan pulang di bajaj, kemudian metromini, dan bus AKAP hati saya berjanji saya tak akan berhenti, saya akan merekrut, dan saya pasti bisa seperti mereka yang berdiri di panggung Succes Seminar 2014.

Go Diamond 2014 Chandra Dewi !!! 


Seluruh pengisi acara di akhir sukses seminar

Nahhh ini penampilan Pasha Ungu yang menutup Succes Seminar dengan manis